Seputar Sumsel

lagi trending

kabar luar negeri

Ad Placement

Foto

Opini

Kamis, 19 Mei 2022

Pengunjuk Rasa 21 Mei 2022 Wajib Taati Aturan



Oleh : Savira Ayu )*

Buruh dan elemen masyarakat yang akan melaksanakan unjuk rasa pada 21 Mei 2022 wajib menaati aturan. Kepatuhan pengunjuk rasa dibutuhkan agar kegiatan tersebut berjalan aman dan lancar serta tidak menggangu kepentingan masyarakat luas yang sedang beraktivitas. 

Demonstrasi buruh diharapkan berjalan tertib dan tidak terpengaruh oleh provokasi pihak asing. Partai Garuda telah mengingatkan kepada para buruh di Indonesia agar tidak mudah terpengaruh dengan propaganda. Buruh juga diingatkan agar tidak melanggar hukum saat melancarkan aksi demo.

Partai Garuda mengakui berdasarkan UUD 1945 setiap warga negara Indonesia berhak dan diberikan kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, termasuk kaum buruh.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, berdasarkan UUD 1945 juga, kebebasan itu dibatasi, karena ada hak dan kebebasan orang lain juga, sehingga tercipta keadilan.

Dirinya juga mengungkapkan ada sekelompok buruh di mana beberapa hari yang lalu mengancam akan berdemonstrasi selama tiga hari tiga malam dan melakukan mogok massal apabila DPR dan pemerintah mengesahkan revisi UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan (RUU PPP).

Teddy mengingatkan kepada kaum buruh bahwa demonstrasi itu ada aturannya dan ada batas waktunya. Sehingga ketika melanggar aturan tersebut, tentu saja ada konsekuensinya. 

Ia mengingatkan kepada kaum buruh agar jangan sampai melanggar hukum meski punya hak yang diatur dalam UUD 1945. Karena tujuan para buruh bekerja adalah untuk keluarga bukan untuk menjadi pejuang buruh. Karena ketika para buruh melanggar hukum, tentu saja keluarga akan telantar.

Teddy juga mengingatkan para buruh agar tidak mudah dimobilisasi hanya demi kepentingan segelintir elite. Dirinya khawatir ancaman mogok kerja justru akan merugikan buruh apabila perusahaan mengambil sikap untuk memberhentikan mereka atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengancam bahwa lima juta buruh akan melakukan mogok massal. Said Iqbal mengatakan bila aksi mogok lima juta buruh terlaksana, tentu saja hal ini akan mengakibatkan adanya kekacauan ekonomi. Apalagi aksi tersebut direncanakan selama 3 hari 3 malam. 

Sebelumnya, Dosen Ketenagakerjaan Pascasarjana Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, pergerakan serikat buruh di Indonesia tidak lagi efektif dalam memfasilitasi kepentingan buruh dan malah cenderung mendekati kepentingan politik dengan berafiliasi dengan partai politik. Kepentingan untuk memperjuangkan hak sesama buruh selama ini dianggap tidak terakomodasi dengan baik.

Politik alternatif merupakan sarana yang penting bagi serikat buruh di Indonesia untuk bisa bersuara, di tengah kepentingan-kepentingan coba terus menekan mereka, terutama dari elite pengusaha dan partai politik.

Tentu saja membentuk serikat buruh yang independen sangatlah mustahil dilakukan di Indonesia, permasalahannya selain sudah disebutkan, juga ada urusan pembiayaan operasional di dalam serikat buruh di Indonesia tidak lepas dari adanya kucuran donasi dari elite pengusaha atau elite partai politik, di mana hal ini tidak bisa menjadikannya berdiri sendiri.

Bahkan untuk dapat berdiri sendiri tanpa ada campur tangan dari pihak elite yang berkepentingan nampaknya juga tidak mudah, selain masalah pembiayaan juga mereka sudah tidak ada lagi tokoh yang bisa menjadi motor di dalam serikat buruh.

Jazilul Fawaid selaku Ketua MPR RI mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa yang menimbulkan kerusuhan setelah adanya rencana aksi demonstrasi pada 21 Mei 2022 mendatang. Menurutnya, menyampaikan aspirasi memang hak masyarakat yang diatur dalam konstitusi. Akan tetapi, aksi demonstrasi yang menimbulkan kerusuhan tersebut dinilai kurang tepat.

Jazilul juga menuturkan, aksi demo tidak sepenuhnya tepat, karena semua bisa didialogkan. Tidak perlu demo-demo, sebab aksi ini lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya. Apalagi saat ini pemerintah sedang melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sehingga jangan sampai adanya aksi unjuk rasa malah menghambat agenda pemulihan ekonomi nasional.

Para buruh tentu saja bisa memaksimalkan forum sidang agar para buruh bisa memperjuangkan haknya. Dalam forum ini tentu saja akan lebih aman dari beragam propaganda.

Jangan sampai buruh menjadi korban propaganda untuk segelintir golongan, Buruh berhak untuk bersuara tetapi buruh juga jangan sampai terprovokasi.


)* penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute  



Menolak Politisasi Demo Untuk Menggulingkan Pemerintahan



Oleh : Surya Aji )*

Sejumlah elemen masyarakat berencana akan melakukan aksi demonstrasi pada 21 Mei 2022. Para pengunjuk rasa pun diimbau untuk tidak memolitisasi isu tersebut untuk menggulingkan pemerintahan, mengingat pengunduran Presiden dan Wapres harus sesuai konstitusi.

Para buruh yang tergabung dalam GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat) akan berdemo lagi pada tanggal 21 Mei 2022 mendatang. Kabar ini agak mengejutkan karena pada bulan ini mereka sudah beberapa kali berunjuk rasa. Alasan pemilihan tanggal 21 Mei 2022 karena ingin mengenang masa reformasi, dimana tanggal tersebut mantan Presiden (alm) Soeharto digantikan oleh (alm) BJ Habibie.

Anggota DPR RI Irma Chaniago menyatakan bahwa jika ada elemen atau kelompok masyarakat yang berdemo dan minta pemakzulan maka dia belum/tidak memahami Undang-Undang di Indonesia, karena hal itu hanya bisa dilakukan oleh DPR. Jika buruh berdemo jangan mengatasnamakan rakyat Indonesia. 

Dalam artian, aspirasi segelintir masyarakat juga tidak mewakili suara rakyat karena mereka meminta pemakzulan, padahal rakyat masih menginginkan Presiden Jokowi sampai selesai masa tugasnya. Untuk apa ganti pimpinan jika hanya sekian persen masyarakat yang memintanya. Mayoritas rakyat tidak mau presidennya diganti karena kinerja Presiden amat baik.

Masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi oleh buruh dan diharap untuk tetap tenang serta tidak terpancing dengan isu demo tersebut. Penyebabnya karena ide pemakzulan yang dibawa oleh para buruh tidak relevan. Untuk apa minta pemakzulan ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat, bahkan melebihi keadaan sebelum pandemi. Para investor juga berlomba-lomba untuk menanamkan modal di Indonesia. Jika Presidennya ganti maka semuanya akan kacau-balau.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh unjuk rasa buruh. Untuk apa meminta pemakzulan jika masa jabatan Presiden hanya tinggal 2 tahun lagi. Jika ada presiden baru maka dalam 2 tahun akan sangat sulit untuk berbuat sesuatu karena sempitnya durasi masa jabatan dan akan kacau-balau karena kebijakan bisa berganti dengan cepat, malah akan memusingkan.

Memang tahun 1998 terjadi pendudukan gedung MPR RI dan Orde Baru tumbang. Namun pergantian Presiden terjadi ketika (alm) mantan Presiden Soeharto mengundurkan diri.  Hal ini tidak akan terjadi jika terjadi demo buruh pada tanggal 21 Mei 2022 mendatang karena gedung MPR RI akan dijaga dengan sangat ketat dan Presiden Jokowi akan terus jadi RI-1, karena mayoritas rakyat masih mendukungnya.

Lagipula pemakzulan baru boleh terjadi karena perintah dari DPR RI. Jadi, ketika ada demo buruh yang meminta ganti Presiden, tidak akan dikabulkan oleh anggota DPR. Untuk apa pemakzulan dilakukan jika keadaan rakyat Indonesia baik-baik saja? Pemerintah cukup berhasil dalam menangani dampak pandemi dan sektor pariwisata, ekonomi, dan lain-lain sudah pulih. Buktinya Mall selalu dipadati pengunjung dan Bali ramai lagi.

Ide pemakzulan Presiden benar-benar ngawur dan disinyalir ada pihak yang menyetir para buruh agar melakukan demo yang anarkis. Masyarakat diminta terus untuk waspada akan demo buruh dan jangan malah terpengaruh oleh ocehan mereka. Situasi Indonesia sudah cukup tenang walau masih pandemi, jangan malah disuruhi oleh demo buruh berjilid-jilid.

Demo yang akan dilakukan oleh para buruh tanggal 21 Mei 2022 sebaiknya dibatalkan karena hanya menggangu situasi kondusif dan tidak mewakili aspirasi warga. Masyarakat diminta untuk bijak dan mengabaikan ajakan untuk berdemonstrasi yang hanya menghambat berbagai pemulihan akibat terdampak pandemi Covid-19.


)* Penulis adalah Pegiat Literasi Publik


Demonstrasi 21 Mei 2022 Mengganggu Kamtibmas dan Menghambat PEN



Oleh : Dea Ananda )*

Kelompok buruh berencana akan melakukan aksi demo pada 21 Mei 2022 nanti. Selain berpotensi mengganggu Kamtibmas, unjuk rasa tersebut juga dapat mengganggu program pemulihan ekonomi nasional (PEN), dikarenakan buruh lebih memilih turun ke jalan.

Demonstrasi sepintas menjadi suatu kebiasaan baru bagi para buruh, hal tersebut dikarenakan belakangan ini mereka sudah beberapa kali melakukan hal yang serupa. Akibatnya aktifitas masyarakat menjadi terganggu. Masyarakat harus memutar jalan demi menghindari kerumunan maupun penutupan akses di beberapa jalan yang ditutup karena imbas dari demonstrasi buruh. Tren demonstrasi ini dianggap meresahkan karena mengganggu mobilitas masyarakat.

Buruh kembali mengancam untuk turun ke jalan pada 21 Mei 2022  dengan mengatasnamakan GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat). Kabarpun berhembus bahwa demonstrasi 21 Mei 2022 nanti juga membawa tuntutan untuk memakzulkan Presiden Jokowi. 

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengimbau ke seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa yang menimbulkan kerusuhan setelah adanya rencana aksi demonstrasi pada 21 Mei 2022 mendatang.   Jangan sampai ada kericuhan apalagi pemakzulan. Dalam artian, unjuk rasa sudah pasti mengganggu kamtibmas dan menimbulkan kemacetan sehingga buruh akan dibenci masyarakat karena mereka kesal.

Jazilul Fawaid juga berpandangan bahwa didalam menyampaikan aspirasi memang hak masyarakat yang diatur dalam konstitusi. Akan tetapi aksi demonstrasi yang menimbulkan kerusuhan tersebut kurang tepat, karena semua bisa didialogkan. Tidak perlu demo karena lebih besar mudhorotnya daripada manfaatnya. Jangan sampai demo malah menghambat pemulihan ekonomi nasional.

Ketika ada demo terus-menerus maka keadaan ekonomi dan sosial akan buruk. Hal ini bisa menghambat program PEN karena Indonesia akan dianggap tidak aman dari segi politik dan sosial. Nantinya investor asing akan batal untuk menanamkan modal karena takut terkena dampak dari berbagai demo buruh tersebut.

Padahal devisa negara akan bertambah ketika investor asing banyak berbisnis di Indonesia dan jika batal maka pemerintah akan rugi besar. Program pemulihan ekonomi nasional akan terganggu karena sumber dananya yakni devisa negara tidak sesuai dengan prediksi awal, ketika berharap dari uang para investor.

Elemen buruh diharapkan dapat menahan emosi dan bijak dalam menyikapi ajakan demo buruh dari elit buruh karena  efek jangka panjangnya yakni menggagalkan program ekonomi nasional. Seharusnya sebagai warga negara mereka memahami pentingnya program pemulihan program ekonomi nasional yang saat ini tengah digencarkan Pemerintah.

Pemerintah membuat program pemulihan ekonomi nasional untuk keluar dari jeratan resesi dan mengembalikan stabilitas finansial negara. Jika ada demo dan PEN gagal total, apakah buruh mau bertanggungjawab? Tentu jawabannya tidak karena mereka selalu menyalahkan pemerintah dan tiap tahun berdemo saat mayday dan selalu meminta kenaikan gaji, lagi dan lagi.

Masyarakat tidak terprovokasi oleh aksi para buruh karena mereka sadar bahwa permintaan pemakzulan tidak mungkin terjadi. Demo buruh malah dicibir karena menimbulkan kemacetan, mengganggu Kamtibmas, dan bisa disusupi anarko dan provokator lain dengan mudah.

Demo buruh sebaiknya dibatalkan karena tidak membawa manfaat dan hanya menimbulkan kericuhan, sehingga berdampak pada terganggunya program Pemulihan Ekonomi Nasional. Elemen buruh diminta bersikap bijak dan tidak menghiraukan ajakan demonstrasi pada 21 Mei 2022.


)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute 


Mewaspadai Penyusup pada Demo 21 Mei 2022



Oleh : Deka Prawira )*

Buruh dan sejumlah elemen masyarakat akan menggelar demonstrasi pada 21 Mei 2022. Masyarakat perlu mewaspadai demo tersebut karena rentan untuk ditunggangi oleh aksi provokator seperti kelompok Anarko sehingga dapat memicu aksi anarkis.

Direncanakan keolompok buruh akan mengadakan aksi unjuk rasa pada tanggal 21 Mei 2022 nanti. Menyikapinya, masyarakat tentu akan jengkel terhadap aksi demo yang berjilid-jilid tersebut. Pertama, saat ini Indonesia masih dalam masa pandemi, sehingga riskan untuk terbentuk klaster Corona baru. Kedua, demo sudah terlalu sering sehingga membuat kemacetan di jalanan. Sedangkan yang terakhir, takut ada penyusup yang sengaja memanaskan wilayah demo lalu membuat kerusuhan yang berakibat fatal bagi masyarakat.

Penyusup memang patut diwaspadai karena bisa membuat suasana demo makin panas dan berujung kerusuhan. Apalagi tema demo kali ini cukup berat yakni diwarnai dengan isu pemakzulan Presiden. Masyarakat pun heran karena buat apa buruh berunjuk rasa seperti ini? Padahal Presiden Jokowi masih sangat dicintai oleh rakyat, dari Sabang sampai Merauke.

Pernyataan Irjen Dedi Prasetyo, Kepala Divisi Humas Polri yang menyatakan bahwa jangan sampai aksi buruh dimanfaatkan oleh oknum tertentu dan disusupi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab patut dicermati. Oleh sebab itu, Koordinator lapangan diharapkan dapat berkoordinasi dengan pimpinan pengamanan di lapangan. Para pendemo harus menghargai masyarakat yang sedang berkendara di jalanan. Seluruh pihak harus menjaga situasi agar tetap tertib dan aman. Dalam artian, saat demo berlangsung, masyarakat sipil dan pendemo sendiri diharap untuk membantu aparat dalam menjaga kondusivitas demo.

Demo saat pandemi Covid-19 sebenarnya patut ditentang karena rentan meningkatkan kluster Covid-19, hal ini mengingat tidak ada tempat yang bebas dari Covid-19. Namun buruh tetap saja ngotot dan menyelenggarakan unjuk rasa sampai berkali-kali. Aksi demo buruh yang berulang tersebut rentan disusupi kelompok anarko yang cenderung akan memprovokasi mereka agar melakukan tindakan anarki.

Provokator adalah penyusup yang wajib diwaspadai karena mereka akan memanaskan suasana dan memantik emosi para pendemo. Apalagi tema unjuk rasa buruh kali ini amat sensitif yakni pemakzulan presiden. Bisa jadi provokator berpikir akan skenario pemanasan demo dan para buruh akan kalap dan menduduki gedung MPR RI, seperti yang terjadi pada tahun 1998 lalu.

Masyarakat wajib mewaspadai manuver provokator agar tidak membuat para pendemo makin emosi lalu melakukan tindakan anarki dan pendudukan gedung MPR RI. Buruh wajib tahu diri dan menyelidiki apakah yang berteriak-teriak adalah buruh atau provokator yang menyamar. Jangan sampai gara-gara ulah provokator semuanya jadi tidak terkendali.

Provokator yang menyusup ke arena demo memang harus diwaspadai karena takut akan membuat demo makin panas. Unjuk rasa bisa berubah jadi kerusuhan dan membuat masyarakat takut, serta muncul anggapan bahwa Jakarta akan mencekam pada tanggal 21 Mei 2022.

Kerusuhan juga biasanya dilakukan oleh anarko yang menyusup ke arena demo. Kelompok yang suka membuat kekacauan ini dibayar oleh oknum lalu ikut-ikutan berunjuk rasa. Namun di tengah demo mereka melakukan berbagai tindakan kekerasan, mulai dari pembakaran ban sampai perusakan fasilitas umum. Anarko juga wajib diwaspadai karena bisa jadi mereka nekat mencuri barang-barang milik masyarakat.

Demo buruh tanggal 21 Mei 2022 mendatang sebaiknya dibatalkan saja karena kemungkinan besar akan disusupi oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Selain itu, siapa saja bisa menyusup ke arena demo, termasuk penjahat yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Masyarakat dan para buruh wajib mewaspadai kedatangan penyusup saat unjuk rasa tanggal 21 Mei 2022 mendatang. Penyebabnya karena massa yang datang ada banyak sekali dan tidak mungkin diperiksa satu persatu. Buruh diminta bersikap rasional dan tidak terprovokasi untuk melakukan demonstrasi. 


)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa institute 


Kunjungan Luar Negeri, Jokowi Realisasikan Percepatan Investasi di Dalam Negeri



Oleh : Abdul Karim )*

Presiden Joko Widodo berhasil mendatangkan investasi dari luar negeri saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Kepercayaan dari investor tersebut diharapkan dapat meningkatkan citra positif investasi di Indonesia di mata dunia. 

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi telah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Jokowi sempat bertemu dengan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi, di Hotel Ritz Carlton, Washington DC.

Presiden Jokowi mengatakan pentingnya realisasi rencana investasi perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut dan berharap rencana investasi dapat ditindak lanjuti. Dalam keterangan resminya, Jokowi menyambut baik penandatanganan MoU di Dubai pada November 2021 lalu. Sebagai implementasi rencana tersebut pada 24 Januari 2022 lalu, Jokowi telah melakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME di Bukit Asam.

Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi mengatakan, dari rencana investasi Air Products sebesar 15 Miliar US Dolar, untuk saat ini sudah terealisasi tahap pertama sebesar 7 miliar alias Rp 12,2 Triliun (Angka ini berdasarkan asumsi kurs Rp 14.667/USD). Bahlil menyebutkan tentang project DME, metanol di Balongan dan mau membangun juga metanol di Cepu, sisanya pihaknya akan membuat hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara.

Dari hasil diskusi Presiden dengan CEO Air Products, terdapat juga rencana akan membangun industri dari hulu ke hilir di bidang petrokimia. Kini tugas pemerintah Indonesia adalah harus segera melakukan eksekusi. Karena uangnya sudah ada, proyeknya juga sudah ada. Bahlil menilai pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Seifi ini menunjukkan bahwa investasi di Indonesia tidak hanya dikuasai suatu negara tertentu tapi sudah merata.

Presiden Jokowi dan sejumlah pimpinan negera ASEAN bertemu dengan para pengusaha Amerika Serikat (AS) di Intercontinental the Willard Hotel, Washington DC. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia sebagai Presidensi G20, ingin memastikan agar G20 dapat bekerja sebagai katalisator pemulihan ekonomi global, terutama bagi kemajuan negara-negara berkembang. Jokowi juga mengharapkan kerja sama konkret yang menguntungkan dengan ASEAN, khususnya Indonesia.

Khusus dengan Indonesia, Jokowi menekankan potensi kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri penyediaan energi hijau dan ekonomi digital. Mantan Walikota Surakarta tersebut menjelaskan, sebagai salah satu negara penghasil bijih nikel terbesar di dunia, Indonesia berkembang pesat dalam industri besi dan baja. Saat ini Indonesia menjadi negara penghasil besi baja stainless terbesar kedua di dunia.

Menurut Jokowi, Indonesia juga kaya akan tambang seperti tembaga dan bauksit untuk alumunium, yang akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan, termasuk baterai lithium dan mobil listrik. Selain itu, Indonesia juga sangatlah kaya dengan potensi energi hijau. Pembangkit listrik tenaga hidro, surya dan geotermal yang sangat melimpah.

Pihaknya memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan.  Jokowi juga mengundang para pelaku bisnis di Amerika untuk berinvestasi di Indonesia.

Jokowi menambahkan, Indonesia juga serius dalam pengembangan ekonomi digital yang adil dan bermanfaat bagi semua. Saat ini, Indonesia memiliki 2.346 start-up, terbanyak ke-lima di dunia. Dirinya juga berharap akan adanya kontribusi pebisnis Amerika dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung Indonesia untuk masuk ke dalam global value chain melalui digitalisasi.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, tampak hadir Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan  perusahaan AS antara lain Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhilips, Marriot International dan lainnya. Presiden Jokowi juga tampak didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Rento Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1.800 hingga Rp 1.900 triliun pada tahun depan. Angka ini tentu lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun ini yang mencapai Rp 1.200 triliun. Pemerintah juga akan terus menggarap proyek investasi secara serius, sehingga investor tidak akan ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Realisasi investasi ini tentu saja menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi nasional.


)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini 


Mengapresiasi Penegakan Hukum Terhadap Kelompok Teror





Oleh : Ismail )*


Masyarakat mengapresiasi penegakan hukum kepada kelompok teror. Penegakan hukum ini diharapkan dapat mencegah aksi teror dan menimbulkan efek jera kepada pelaku.

Pemberantasan dan penegakan hukum terhadap kelompok teror merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Bahkan, terobosan yang sangat baik sudah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai penambahan dan juga peningkatan personel dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror Polri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pergerakan Milenial Nusantara (Permana), Khoirul Abidin, mengatakan bahwa sangat mendukung terobosan yang dilakukan oleh Kapolri tersebut. Penangkapan pelaku teror tersebut sangat penting untuk dilakukan Indonesia demi mencegah seluruh kemungkinan aksi terorisme yang akan mengganggu stabilitas dan keamanan negara.

Data laporan pada tahun 2021, pihak Densus 88 Antiteror Polri telah berhasil melakukan penangkapan sebanyak 370 tersangka teroris di Tanah Air, yang mana merupakan hasil sangat baik dan perlu untuk dipertahankan bahkan akan terus ditingkatkan lagi. Dari data tersebut, sudah menjadi bukti konkret bahwa keberhasilan pihak Densus 88 memang bukan main-main.

Mereka dianggap telah bekerja dengan keras dan juga mampu untuk menjawab seluruh asumsi liar dan berita hoax yang mungkin selama ini bersebaran di media sosial mengenai narasi negatif soal pemberantasan terorisme di Indonesia. Meski pihak Densus 88 Antiteror Polri sudah bekerja dengan sangat maksimal, namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa penambahan jumlah dan regenerasi gerakan-gerakan intoleran dan teroris masih cukup signifikan.

Maka dari itu Khoirul Abidin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mereka serta mampu berperan aktif juga membantu para aparat untuk bisa melakukan pencegahan dan pendeteksian dini mengenai gerakan-gerakan terorisme baik itu yang terjadi di masyarakat secara langsung ataupun yang terjadi di dunia maya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kecanggihan teknologi dan media digital di jaman sekarang ini juga ternyata banyak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok teroris untuk menyebarkan ajaran mereka dan melakukan pencucian otak para remaja generasi penerus Bangsa. Tidak hanya propaganda ajaran intoleran, namun proses rekrutmen juga bisa melalui media sosial. Biasanya mereka akan langsung menghalalkan segala cara untuk membuat keutuhan NKRI menjadi runtuh dan membuat seolah ideologi Pancasila adalah sebuah ideologi yang sangat buruk.

Apabila seluruh rencana propaganda tersebut berhasil, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perekrutan simpatisan pasti akan lebih mudah. Maka dari itu dengan maraknya penyebaran gerakan teroris, tentu sangat penting adanya pengembangan serta penguatan dari personel Densus 88 Antiteror Polri. Ditegaskan oleh Cak Abid (panggilan akrab Khoirul Abidin) bahwa penegakan kemanusiaan dan juga keutuhan bangsa merupakan tugas bersama.

Senada dengan pergerakan yang telah dilakukan oleh pihak Densus 88, Polda DIY bersama dengan segenap anggota Brigade Bintang 9, Banser dan juga Santri Ponpes Ibnu Hadi juga terus merapatkan barisan dem memperkuat penegakan dan supremasi hukum demi melawan seluruh gerakan kelompok radikal, intoleran yang bermuara pada terorisme dan memecah belah keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia.

Untuk itu sudah sangat jelas bahwa terorisme merupakan musuh bersama dan jangan sampai memberikan ruang sedikitpun bagi mereka bisa bergerak. Oleh sebab itu, diperlukan langkah penegakan hukum kepada kelompok teror agar aksi tersebut tidak terulang kembali di Indonesia.



)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute 


Mewaspadai Lonjakan Covid-19 Ganggu Transisi ke Endemi



Oleh : Alfisyah Dianasari )*

Masyarakat dan stakeholder terkait diharapkan dapat mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 yang dapat menggangu transisi pandemi ke endemi. Dengan adanya kewaspadaan dengan selalu berperilaku sehat, maka ancaman kenaikan kasus Covid-19 setelah libur Lebaran dapat dihindari. 

Kasus Corona di Indonesia sudah melandai jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jika pada 17 Desember 2021 jumlah pasiennya mencapai 3.750, maka tanggal 16 Mei 2022 ini jumlah pasien hanya 182 orang. Menurunnya kasus Corona menjadi kurang dari 10% jika dibanding dengan 5 bulan lalu adalah sebuah prestasi karena pandemi bisa berakhir lebih cepat dan bertransisi jadi fase endemi.

Endemi adalah keadaan ketika ada suatu penyakit tetapi penyebarannya terbatas di daerah tertentu. Misalnya malaria di Papua dan Papua Barat. Indonesia sudah siap bertransisi ke masa endemi karena ada penurunan kasus Corona. Namun jangan gembira dulu karena semua orang harus tetap disiplin protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Jika tidak maka akan ada lonjakan kasus Corona yang akan mengganggu transisi ke endemi.

Lonjakan kasus Corona bisa saja terjadi karena saat ini anak-anak sudah sekolah seperti biasa dan orang tuanya bekerja kembali di kantor, tidak lagi work from home. Ketika banyak yang tak disiplin dalam menaati protokol kesehatan dan tak mau vaksin maka bisa terbentuk klaster Corona baru. Bisa dari klaster perkantoran, klaster keluarga, atau klaster sekolah.

Klaster perkantoran bisa terbentuk ketika ruang kerja terlalu sempit sehingga tidak bisa menjaga jarak. Selain itu masyarakat juga patut waspada akan sirkulasi udara dan kebersihan AC atau kipas angin. Penyebabnya karena virus Covid-19 bisa menular lewat udara yang bersih dan ruangan yang sempit. Apalagi jika para pegawai tidak pakai masker, jika 1 saja yang kena Corona tertularlah semuanya, karena mereka juga tidak vaksin.

Penataan tempat di kantor harus diperhatikan agar tidak ada pegawai yang kena Corona dan bisa menyebabkan lonjakan kasus Covid-19, serta menggagalkan transisi ke fase endemi. Selain menjaga jarak per meja atau kubikel, perhatikan juga ventilasi, jendela, dan sirkulasi udaranya. Tiap pegawai juga wajib pakai masker di dalam ruangan, jangan hanya mengenakannya di perjalanan.

Klaster perkantoran wajib diwaspadai karena bisa menular jadi klaster keluarga. Ketika ada satu saja pegawai yang kena Corona karena ketularan oleh orang tanpa gejala, maka ia bisa menularkannya ke seluruh anggota keluarga. Yang paling rawan adalah balita karena mereka belum divaksin dan lansia karena punya komorbid, serta imunitasnya lebih rendah.

Pencegahan sejak dini harus dilakukan agar tidak terjadi klaster keluarga, tujuannya agar tidak ada lonjakan kasus Corona dan menggagalkan transisi ke fase endemi. Selain memakai masker, ayah dan ibu harus mencuci tangan atau pakai hand sanitizer. Saat pulang kerja juga wajib mandi, keramas, dan ganti baju. Baru bisa mencium pipi anak-anaknya. Semua dilakukan agar tidak menularkan Corona.

Perbaiki juga imunitas keluarga dengan rajin minum air putih 2 liter sehari, makan sayur, buah, dan makanan sehat lainnya. Rutinkan juga berolahraga agar seluruh anggota keluarga sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Pastikan semuanya divaksin sampai 3 kali.

Masyarakat wajib mewaspadai agar tidak terjadi lonjakan kasus Corona di Indonesia. Jumlah pasien Covid-19 memang terus menurun tetapi bisa naik lagi jika banyak orang tidak disiplin dalam menjaga protokol kesehatan. Tetaplah pakai masker dan mematuhi poin lain dalam protokol kesehatan agar tidak kena Corona dan mensukseskan transisi ke fase endemi.


)* Penulis adalah Kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini


Ad Placement

kabar dalam negeri

Presiden Jokowi Disegani Dunia

Oleh : Abdul Kadir )* Presiden Jokowi sangat disegani oleh para pemimpin dunia di KTT G20. Dalam forum internasional tersebut beliau dihorma...

lagi trending